Ketika aku sendiri kau menghampiri
aku tersenyum karena bahagia
aku berpikir karena tanyamu,,
tapi,,, aku bertanya kau hanya diam,,
aku menjauh kau pun mendekat,,
aku mendekat kau menjauh,,
kembali kupergi tapi,, kau menghilang,,
apa maumu?
senandung manis telah dilantunkan,,,
nyanyian hati telah didengarkan,,,
dan bisikkan ikrar telah terucap,
Tpi,,,
kemana kau pergi??
mencari rindukah??
kenapa harus pergi tatkala cinta mulai bersemi disini??
kenapa harus ada janji kalau tak sanggup ditepati,,?
kenapa harus ada senyum kalau harus menyakiti,,?
kenapa tawa diakhiri dengan tangis pilu,,?
apakah ini awal dari bahagia.,?
kenapa kau datang layaknya sahabat mentari??
yang hilang bersama terang??
atau
hanya aku yang berharap gelap??
Senin, 07 Juli 2014
untukmu permata hatiku
Untukmu permata hatiku,,,
jangan pernah risau dan gundah,,,
jangan salahkan harap yang melanda,,,
jangan salahkan cemas yang menghantui,,
Untukmu permata hatiku,,,
bila memang tiba saatnya,,,
bila memang aku untukmu dan kamu untukku,,,
Allah tidak akan memisahkannya,,,
Allah akan mempertemukannya,,,
Untukmu permata hatiku,,,
Kecemasanmu jangan kau buat silau,,,
Kekagumanmu jangan membuat kau lupa,,.
Yang perlu kita ingat,,
Kita belum tentu ada jodohnya...
Untukmu Permata hatiku,,,
bila tiba saat dikala dirimu menemukan jodoh yang lebih baik
sebelum kau menemuiku,,,
maka jemputlah ia,,,
karena itu adalah jodohmu dan aku tidak untukmu,,
Untuk Permata Hatiku yang selalu hadir dalam mimpiku,,,
Untukmu Permata Hatiku,,,
Sampai bertemu di Syurga Allah,,,amin,,,
jangan pernah risau dan gundah,,,
jangan salahkan harap yang melanda,,,
jangan salahkan cemas yang menghantui,,
Untukmu permata hatiku,,,
bila memang tiba saatnya,,,
bila memang aku untukmu dan kamu untukku,,,
Allah tidak akan memisahkannya,,,
Allah akan mempertemukannya,,,
Untukmu permata hatiku,,,
Kecemasanmu jangan kau buat silau,,,
Kekagumanmu jangan membuat kau lupa,,.
Yang perlu kita ingat,,
Kita belum tentu ada jodohnya...
Untukmu Permata hatiku,,,
bila tiba saat dikala dirimu menemukan jodoh yang lebih baik
sebelum kau menemuiku,,,
maka jemputlah ia,,,
karena itu adalah jodohmu dan aku tidak untukmu,,
Untuk Permata Hatiku yang selalu hadir dalam mimpiku,,,
Untukmu Permata Hatiku,,,
Sampai bertemu di Syurga Allah,,,amin,,,
Minggu, 06 Juli 2014
Kau dan Aku
Bahagia saat kita duduk di pendapa, kau dan aku,
Dua sosok dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku.
Harum semak dan nyanyi burung menebarkan kehidupan
Pada saat kita memasuki taman, kau dan aku.
Bintang-bintang yang beredar sengaja menatap kita lama-lama;
Bagai bulan kita bagikan cahaya terang bagi mereka.
Kau dan aku, yang tak terpisahkan lagi, menyatu dalam nikmat tertinggi,
Bebas dari cakap orang, kau dan aku.
Semua burung yang terbang di langit mengidap iri
Lantaran kita tertawa-tawa riang sekali, kau dan aku.
Sungguh ajaib, kau dan aku, yang duduk bersama di sudut rahasia,
Pada saat yang sama berada di Iraq dan Khorasan, kau dan aku
Dua sosok dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku.
Harum semak dan nyanyi burung menebarkan kehidupan
Pada saat kita memasuki taman, kau dan aku.
Bintang-bintang yang beredar sengaja menatap kita lama-lama;
Bagai bulan kita bagikan cahaya terang bagi mereka.
Kau dan aku, yang tak terpisahkan lagi, menyatu dalam nikmat tertinggi,
Bebas dari cakap orang, kau dan aku.
Semua burung yang terbang di langit mengidap iri
Lantaran kita tertawa-tawa riang sekali, kau dan aku.
Sungguh ajaib, kau dan aku, yang duduk bersama di sudut rahasia,
Pada saat yang sama berada di Iraq dan Khorasan, kau dan aku
la cinta illa maha cinta
saat kuangkat tanganku dihadapanMu
saat kugetarkan sonora cintaku dengan membengkakan cintaMU
ALLAH HU AKBAR, Engkaulah Yang Maha Cinta!
Kau tidak sedang merebut nikmat yang telah Kau anugrahkan
saat Kau goda aku dengan kehadiran boneka-bonekaMu
cintaku pada bonekaMu adalah refleksi cintaku padaMu
aku rawat boneka-bonekaMu karena harap cintaMu
tiada niat hapuskan keberadaan bonekaMu
karena mereka adalah bayangan cintaMu
apa yang boneka-bonekaMu dendangkan
aku nikmati dengan irama cinta
karena aku tahu itu adalah percikan irama cintaMu
boneka-bonekaMu minta tetap bersamaku
dan aku minta bersama mereka
adalah juga dendang cinta kami kepadaMu
bagaimana aku tak rela korbankan apa saja?
mana mungkin aku hitung-hitung pengorbanan apa saja untuk raih CintaMu?
bagaimana aku rebut kursi keadilan CintaMu untuk tuduh siapa saja dengan vonis apa saja?
sedang dalam surat CintaMu tertulis..
La cinta illa Maha Cinta!
saat kugetarkan sonora cintaku dengan membengkakan cintaMU
ALLAH HU AKBAR, Engkaulah Yang Maha Cinta!
Kau tidak sedang merebut nikmat yang telah Kau anugrahkan
saat Kau goda aku dengan kehadiran boneka-bonekaMu
cintaku pada bonekaMu adalah refleksi cintaku padaMu
aku rawat boneka-bonekaMu karena harap cintaMu
tiada niat hapuskan keberadaan bonekaMu
karena mereka adalah bayangan cintaMu
apa yang boneka-bonekaMu dendangkan
aku nikmati dengan irama cinta
karena aku tahu itu adalah percikan irama cintaMu
boneka-bonekaMu minta tetap bersamaku
dan aku minta bersama mereka
adalah juga dendang cinta kami kepadaMu
bagaimana aku tak rela korbankan apa saja?
mana mungkin aku hitung-hitung pengorbanan apa saja untuk raih CintaMu?
bagaimana aku rebut kursi keadilan CintaMu untuk tuduh siapa saja dengan vonis apa saja?
sedang dalam surat CintaMu tertulis..
La cinta illa Maha Cinta!
bacalah ( pesan sang mantan padaku )
Apakah itu kau...
Yang bersedih dalam gelap
Terus-menerus meratap
Pelitamu pergi
Beranjak dari sisi
Apakah itu kau
Bukan lagi seperti biasa
Layu tanpa cahaya
Cinta dan perangkatnya buatmu Kecewa
Terlihat begitu Berduka
Apakah itu kau
Tak lagi ada yang mengenalimu
Begitupun aku
Kemana kau yang Dulu
Jangan biarkan aku Kehilanganmu
Apakah itu kau
yang kini Sadar pada diri
Telah begitu menyanyangi
Jatuh Cinta pada yang Pergi
Namun akhirnya Patah hati
Sabar....Sabarlah kau
Dia hanya sementara pergi
Biar waktu yang bawanya kembali
Tegar...Tegarlah kau
Kehilangan itu hanya Bagian Pencarian
kau Jelas tau yang layak diPerjuangkan
Jadi
Tenang...Tenanglah kau
Yang Jadi Hak kan Pasti Dimiliki
Yang memang Takdir kan Kembali di Sisi
Hei, Apakah itu kau
Yang kini Tersenyum Manis membaca Goresan ini
Yah, ini Kubuat untukmu...
Bacalah
Yang bersedih dalam gelap
Terus-menerus meratap
Pelitamu pergi
Beranjak dari sisi
Apakah itu kau
Bukan lagi seperti biasa
Layu tanpa cahaya
Cinta dan perangkatnya buatmu Kecewa
Terlihat begitu Berduka
Apakah itu kau
Tak lagi ada yang mengenalimu
Begitupun aku
Kemana kau yang Dulu
Jangan biarkan aku Kehilanganmu
Apakah itu kau
yang kini Sadar pada diri
Telah begitu menyanyangi
Jatuh Cinta pada yang Pergi
Namun akhirnya Patah hati
Sabar....Sabarlah kau
Dia hanya sementara pergi
Biar waktu yang bawanya kembali
Tegar...Tegarlah kau
Kehilangan itu hanya Bagian Pencarian
kau Jelas tau yang layak diPerjuangkan
Jadi
Tenang...Tenanglah kau
Yang Jadi Hak kan Pasti Dimiliki
Yang memang Takdir kan Kembali di Sisi
Hei, Apakah itu kau
Yang kini Tersenyum Manis membaca Goresan ini
Yah, ini Kubuat untukmu...
Bacalah
Cermin itu tak akan bohong
Tatkala kudatangi sebuah cermin,Tampak sesosok yang sudah lama kukenali,Namun ANEH,Sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.
Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya,bersinar indah di syurga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam??
Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya...Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan menatap Allah,menatap Rasulullah...menatap kekasih Allah kelak??
Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terbuai menatap neraka jahanam...
Wahai mata,apa gerangan yang kau tatap selama ini??
Tatkala kutatap mulut,apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH saat malaikat maut datang menjemput...ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjulur dengan lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar,ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus...
Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?!
Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam,berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu...?!
Betapa jarang engkau jujur,betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus, betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?!
Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh iniyang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana?
Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam,terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir...
Wahai tubuh,berapa banyak maksiat yang engkau lakukan...?
berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu...?
berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?!
Wahai tubuh,seperti apakah isi gerangan hatimu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu,atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu?
Apakah hatimu seindah penampilanmu atau sebusuk kotoranmu?!
Betapa berbeda,apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi...Betapa aku telah tertipu...
Aku tertipu oleh topeng...
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng,
betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng,
betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng...
Sedangkan aku,hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus...
Aku tertipu...Aku malu...Aku tertipu ya Allah...
Allah...! Selamatkanlah aku...
Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya,bersinar indah di syurga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam??
Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya...Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan menatap Allah,menatap Rasulullah...menatap kekasih Allah kelak??
Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terbuai menatap neraka jahanam...
Wahai mata,apa gerangan yang kau tatap selama ini??
Tatkala kutatap mulut,apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH saat malaikat maut datang menjemput...ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjulur dengan lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar,ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus...
Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?!
Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam,berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu...?!
Betapa jarang engkau jujur,betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus, betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?!
Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh iniyang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana?
Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam,terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir...
Wahai tubuh,berapa banyak maksiat yang engkau lakukan...?
berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu...?
berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?!
Wahai tubuh,seperti apakah isi gerangan hatimu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu,atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu?
Apakah hatimu seindah penampilanmu atau sebusuk kotoranmu?!
Betapa berbeda,apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi...Betapa aku telah tertipu...
Aku tertipu oleh topeng...
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng,
betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng,
betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng...
Sedangkan aku,hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus...
Aku tertipu...Aku malu...Aku tertipu ya Allah...
Allah...! Selamatkanlah aku...
untukmu yg akan Allah jodohkan padaku
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.. ^__^
Kepadamu ku kirimkan salam terindah..
Salam sejahtera para penghuni syurga..
Salam yg harumnya melebihi kesturi..
Salam yg sejuknya melebihi embun pagi..
Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha..
Salam suci sesuci air telaga kautsar yg jika diminum akan menghilangkan dahaga selama2nya...
Salam persaudaraan dan persahabatan yg tak akan berubah dlm segala musim dan peristiwa..
Apa kabar Cinta, Wahai kau yg entah dimana yg masih tersembunyi..
Apa kabar dengan hati yang lama belum pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya ?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang..
Ku ungkap getar ini dalam ragu yang tertahan...
Untukmu seorang yang belum kutemukan. Aku bersama semua baktiku yang tertunda, Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna Bila kau tak ada jua...
Dalam sujudku pada-Nya, ku titipkan do'a dan pintaku, semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamu, semoga kau selalu dikasihi dan disayangi-Nya.
Untuk kau yang tidak ku ketahui ada dimana.. Kelak bila kau datang izinkan cinta dan sayang melebur bersama senyummu..
Ketahuilah... Bahwa aku ini asing bagimu, Nanti terangkanlah apa-apa yang tidak kumengerti darimu.. Terangkanlah apa-apa yang tidak tersukai darimu Agar aku menjadi mahkota yang mendampingimu...
Untuk kau yang masih sibuk dalam kelelahanmu...
Ketahuilah bahwa aku disni menunggumu jawaban istikharah untuk segera menjemputmu. Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu.. Menjadi rumah yang lapang untukmu. Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu. Menjadi penyejuk hatimu.
Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku, Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu.
Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabah-Nya..
Bersama menggapai perjuangan ini... Yang karenamu Allah semakin sayang padaku...
Kau, orang terbaik yg Allah takdirkan untukku
di suatu tempat yg masih ghaib bagiku, yg masih tersembunyi entah siapakah itu, mungkin saja kau orang asing bagiku, ataukah kau orang yg ada di sekelilingku, namun aku tak mengetahuinya, semua masih dalam rahasia ALLAH, jika waktunya tiba, kita akan dipertemukan oleh skenarioNYA..
Hmm.. andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini, maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya. Banyak sekali, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti. Dan Saat ini kau dan aku sedang sibuk mmperbaiki kualitas diri dan keimanan.
Semoga kelak kita dipertemukan, disaat yg tepat. Dan bila akhirnya kita bertemu, "Betapa Maha Besarnya Allah karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."
Kepadamu ku kirimkan salam terindah..
Salam sejahtera para penghuni syurga..
Salam yg harumnya melebihi kesturi..
Salam yg sejuknya melebihi embun pagi..
Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha..
Salam suci sesuci air telaga kautsar yg jika diminum akan menghilangkan dahaga selama2nya...
Salam persaudaraan dan persahabatan yg tak akan berubah dlm segala musim dan peristiwa..
Apa kabar Cinta, Wahai kau yg entah dimana yg masih tersembunyi..
Apa kabar dengan hati yang lama belum pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya ?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang..
Ku ungkap getar ini dalam ragu yang tertahan...
Untukmu seorang yang belum kutemukan. Aku bersama semua baktiku yang tertunda, Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna Bila kau tak ada jua...
Dalam sujudku pada-Nya, ku titipkan do'a dan pintaku, semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamu, semoga kau selalu dikasihi dan disayangi-Nya.
Untuk kau yang tidak ku ketahui ada dimana.. Kelak bila kau datang izinkan cinta dan sayang melebur bersama senyummu..
Ketahuilah... Bahwa aku ini asing bagimu, Nanti terangkanlah apa-apa yang tidak kumengerti darimu.. Terangkanlah apa-apa yang tidak tersukai darimu Agar aku menjadi mahkota yang mendampingimu...
Untuk kau yang masih sibuk dalam kelelahanmu...
Ketahuilah bahwa aku disni menunggumu jawaban istikharah untuk segera menjemputmu. Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu.. Menjadi rumah yang lapang untukmu. Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu. Menjadi penyejuk hatimu.
Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku, Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu.
Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabah-Nya..
Bersama menggapai perjuangan ini... Yang karenamu Allah semakin sayang padaku...
Kau, orang terbaik yg Allah takdirkan untukku
di suatu tempat yg masih ghaib bagiku, yg masih tersembunyi entah siapakah itu, mungkin saja kau orang asing bagiku, ataukah kau orang yg ada di sekelilingku, namun aku tak mengetahuinya, semua masih dalam rahasia ALLAH, jika waktunya tiba, kita akan dipertemukan oleh skenarioNYA..
Hmm.. andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini, maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya. Banyak sekali, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti. Dan Saat ini kau dan aku sedang sibuk mmperbaiki kualitas diri dan keimanan.
Semoga kelak kita dipertemukan, disaat yg tepat. Dan bila akhirnya kita bertemu, "Betapa Maha Besarnya Allah karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."
Langganan:
Postingan (Atom)